11.20

Asal-Usul Kehidupan - #EVOLUSI1

by , in
Asal-Usul Kehidupan

     Pernah ga sih kalian berpikir bahwa kita ini asalnya dari mana yaaaa?  Bukan kita aja sih, tapi hewan juga asalnya dari mana? Itulah yang dipikirkan oleh Ilmuwan dari zaman dahulu loh! Ilmuwan-ilmuwan inilah yang banyak menyumbangkan ide mengenai asal-usul kehidupan kita ini.

1. Teori Abiogenesis atau Teori Generatio Spontanea

(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5ooNV3RYZILUY_bxE76pjhA8J_skhOmXlbgqifDMir71FPNAk00f9Ao7DiAVXr_Jz1uyFx5z9r11HkTZNvNuyCV-nM_av_7f3GXowJPX7GFKqvSQoNH_JeolYOai9IZN2d3DEocoTrPo/s320/aristoteles-portrait.png)


     Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles (384-322 SM) dan berbunyi “Makhluk hidup berasal dari benda mati yang terjadi secara spontan karena adanya daya hidup”. Teori ini bertahan atau bisa dikatakan dianggap benar hingga abad ke-17.

(https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/19/Jan_Baptist_van_Helmont_portrait.jpg/220px-Jan_Baptist_van_Helmont_portrait.jpg)

   Seorang ahli fisika berkebangsaan Belgia, Jean Batiste van Helmont, melakukan penelitian mengenai teori abiogenesis ini. Beliau berpendapat bahwa tikus berasal dari dari biji gandum dan keringat manusia. Hal ini didasari oleh pengamatannya bahwa baju yang kotor bekas keringat disimpan dalam tempat penyimpanan gandum selama 20 hari akan menjadi tikus. Tikus terbentuk dari fermentasi gandum dan keringat manusia merupakan daya hidupnya. Bagaimana pendapat kalian tentang Teori Abiogenesis dan Percobaan van Helmont ini?

2. Teori Biogenesis

     Teori biogenesis ini lawan dari teori abiogenesis. Teori biogenesis menyatakan bahwa “kehidupan hanya berasal dari yang hidup pula”. Banyak ilmuwan yang melakukan percobaan untuk membuktikan teori biogenesis ini.

a. Percobaan Fransesco Redi

       Fransesco Redi, ilmuwan berkebangsaan Italia, merupakan salah satu ilmuwan yang menentang teori abiogenesis. Pada tahun 1668, beliau melakukan percobaan dengan menyediakan delapan toples yang sudah dibersihkan dan membaginya dengan empat toples yang masing-masing berisi daging ular, ikan, roti campur susu, daging sapi, serta toples tidak ditutup. Empat toples yang lainnya diisi dengan isi yang sama, namun ditutup rapat dan dilapisi dengan lilin.

       Setelah beberapa hari, pada toples yang terbuka terdapat larva atau ulat, sedangkan pada toples yang tertutup tidak terdapat larva atau ulat. Berdasarkan hasil penelitiannya ini, Fransesco Redi berkesimpulan bahwa ulat bukan berasal dari daging, tetapi berasal dari telur lalat yang terdapat pada daging dan menetas menjadi larva atau ulat.

       Akan tetapi, hasil penelitian Redi ini masih ditentang oleh penganut teori abiogenesis. Mereka menyatakan bahwa tidak terjadinya kehidupan di tabung yang tertutup karena daya hidup tidak dapat masuk. Akhirnya, Redi melakukan percobaan kedua dengan menutup toples dengan kain kasa. Hasilnya adalah pada daging tidak terdapat ulat, dan percobaan ini hanya meyakinkan bahwa lalat hanya berasal dari lalat. Namun, Redi tidak dapat menjelaskan bahwa cacing dan hewan tingkat rendah lain juga bukan terjadi karena adanya ke-spontan-an.



b. Percobaan Pasteur

    Louis Pasteur, ilmuwan kimia berkebangsaan Perancis, melakukan percobaan untuk meyakini penganut teori abiogenesis. Percobaan ini diawali dengan pembuatan larutan air kaldu rebusan daging sapi. Kemudian larutan tersebut ditempatkan pada labu yang berhubungan dengan udara luar dan dengan debu yang berasal dari udara. Setelah beberapa hari, ditemukan pertumbuhan mikroorganisme yang berlimpah.

    Pasteur, kembali melakukan percobaan kedua dengan menggunakan labu yang dilengkapi tabung berleher angsa yang diisi dengan air kaldu, kemudian dipanaskan, sehingga pada tabung terdapat cairan berasal dari uap udara dan debu yang  berasal dari luar yang terperangkap dalam uap air tersebut. Setelah beberapa hari, pada labu tidak terdapat mikroorganisme. Namun, apabila uap air yang terdapat dalam tabung dimasukkan ke dalam labu, maka di dalam labu terdapat mikroorganisme.

    Berdasarkan kedua percobaan yang dilakukan, Pasteur dapat membuktikan bahwa mikroorganisme banyak di udara. Makhluk hidup tidak berasal dari kaldu, sehingga percobaan ini mampu menggugurkan teori abiogenesis.



3. Teori Kreativitas (Teori Ciptaan Khusus)

      Sampai abad ke-19, ada yang menganut teori yang berbunyi bahwa “makhluk hidup diciptakan oleh kekuatan supranatural secara sekaligus atau dengan interval waktu tertentu”. Penciptaan setiap spesies terjadi secara terpisah. Hal ini merupakan sesuatu yang di luar keilmuan dan tidak berdasarkan hasil eksperimen.

4. Teori Kosmozoik

       Teori ini menyatakan bahwa “kehidupan di planet bumi berasal dari spora resisten planet di luar angkasa, karena keadaan planet di luar angkasa tersebut terjadi kekeringan dan suhu yang sangat dingin yang tidak memungkinkan kehidupan dapat bertahan”. Teori ini tidak didukung dengan keterangan bagaimana terjadinya makhluk hidup.

5. Teori Biokimia

    A. I. Oparin, J. B. S. Haldane,  dan Harold Urey mengemukakan bahwa “pada awal terbentuknya kehidupan di atmosfer, terdapat CH4, NH3, H2O. Sinar ultraviolet dari matahari dan panas dari gunung berapi  merupakan sumber energi yang membantu pembentukan senyawa organilk dari senyawa anorganik”. Pada masa awal pembentukan bumi, belum terdapat O2, hanya terdapat molekul-molekul organik yang baru disintesis dan terhindar dari oksidasi. Terakumulasi zat-zat organik yang bergabung menjadi senyawa kompleks di lautan dan bumi. Terjadi pemusnahan, penyerapanm dan subtitusi molekul tertentu pada zat organik, sehingga terbentuk membran dan akhirnya terbentuk makhluk hidup yang paling awal.

Jadi, bagaimana nih pendapat kalian mengenai teori-teori yang dikemukakan oleh para ilmuwan zaman dahulu ini? Ingat! Teori-teori di atas merupakan pendapat manusia, yang sifatnya dapat kalian percayai atau tidak. Jadikan semua sebagai pengetahuan untuk kita ya. Terimakasih sudah membaca materi ini^^ Mari kita evaluasi dengan mengerjakan beberapa soal di bawah ini yuuuuk…


Sumber Referensi:
Karmana, Oman. 2014. Biologi untuk Kelas XII. Bandung: Grafindo.


Soal Evaluasi
1. Teori abiogenesis pertama kali diungkapkan oleh…
        A. Fransesco Redi
        B. A. I. Oparin
        C. Charles Darwin
        D. Aristoteles
        E. Lamarck

2. Teori ini menyatakan bahwa kehidupan hanya berasal dari yang hidup, lalu diperkuat dengan percobaan yang mendapatkan kesimpulan  bahwa…
        A. Kucing berasal dari anak kucing
        B. Lalat berasal dari lalat
        C. Ulat berasal dari kepompong
        D. Ikan berasal dari telur ikan
        E. Orangutan berasal dari induk orangutan

3. Apa yang diteliti dalam percobaan labu leher angsa Pasteur…
        A. Mikroorganisme’
        B. Invertebrata
        C. Reptilia
        D. Tumbuhan
        E. Aves

4. Pada teori biokimia, yang menjadi sumber energi pembantu pembentuk senyawa organik dari senyawa anorganik adalah…
        A. Sinar X
        B. Sinar Inframerah
        C. Sinar Gamma
        D. Sinar Ultraviolet
        E. Sinar Alfa

5. Teori yang sama sekali tidak menjelaskan berdasarkan percobaan dan asal-usul kehidupan merupakan hal yang di luar nalar manusia adalah…
        A. Teori Kosmozoik
        B. Teori Naturalis
        C. Teori Kreativitas
        D. Teori Abiogenesis
        E. Teori Biogenesis

10.42

Penyimpangan Semu Hukum Mendel - #GENETIKA4

by , in
Penyimpangan Semu Hukum Mendel

     Persilangan pada individu akan mengikuti aturan seperti yang dijelaskan dalam hukum mendel. Persilangan monohibrid (satu sifat beda) akan menghasilkan perbandingan fenotip F2 = 3 : 1. Sedangkan persilangan dihibrid (dua sifat beda) akan menghasilkan perbandingan fenotip F2 = 9 : 3 : 3 : 1. Namun tidak selamanya perbandingan tersebut berlaku, karena terdapat beberapa penyimpangan yang terjadi pada beberapa organisme. Penyimpangan tersebut disebabkan oleh gen-gen yang memiliki sifat unik sehingga memiliki pola penurunan yang berbeda. Penyimpangan tersebut selanjutnya disebut sebagai penyimpangan semu hukum mendel.

     Kenapa disebut penyimpangan semu? Disebut semu karena sebenarnya hukum mendel masih berlaku dalam pola pewarisan tersebut, hanya terdapat sedikit kelainan akibat sifat gen-gen yang unik. Penyimpangan semu hukum mendel dapat diamati pada kasus interaksi gen, kriptomeri, polimeri, epistasis-hipostasis, gen komplementer, atavisme, dan gen dominan rangkap.


Interaksi beberapa pasang gen

    Kasus ini terjadi pada jengger/pial ayam dengan bentuk yang berbeda-beda, yaitu rose, pea, walnut, dan single. Perbedaan jengger ini disebabkan oleh dua pasang gen yang saling berinteraksi satu sama lain membentuk sifat yang berbeda.

  • Jengger rose memiliki genotip RRpp/Rrpp
  • Jengger pea memiliki genotip rrPP/rrPp
  • Jengger walnut memiliki genotip RrPp/RRPP/RrPP/RRPp
  • Jengger single atau tunggal memiliki genotip rrpp

     Pada kejadian dihibrid normal (sesuai hukum mendel) satu gen akan mempengaruhi satu fenotip. Namun pada kasus ini, dua gen saling berinteraksi dan saling mempengaruhi dalam membentuk satu fenotip yaitu jengger ayam.
Perhatikanlah bagan persilangan di bawah!

(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKtbhJaXN-Oj_jiOJuD6JoCqxO5QEqnwKx18ESmFoXz3CDQVikHl96BD5X7MRQOotTIqDIo7PhO7uXfXXqpxBBPjEEsUWmL1e3DYZNLf6_6_vsmv0WxFN65ZkrK1Hu6iJeMjip4eKdwsc/s1600/persilangan1.jpg)

     Ayam berjengger rose (RRpp) disilangkan dengan ayam berjengger pea (ppRR), seluruh keturunan F1 nya memiliki jengger tipe walnut. Ketika F1 disilangkan dengan sesamanya diperoleh keturunan F2 yang memiliki jengger walnut, rose, pea, dan single. Perbandingan fenotip antara walnut, rose, pea, dan single pada F2 adalah = 9 : 3 : 3 : 1. Perbandingan fenotip yang muncul memang sesuai dengan persilangan dihibrid normal. Namun bila dperhatikan di kasus ini, sifat resesif dari kedua gen akan memunculkan sifat baru yang berbeda dengan induk-induknya.


Kriptomeri

     Kriptomeri berasal dari kata kriptos yang artinya tersembunyi. Dalam kasus ini sifat gen dominan akan tersembunyi apabila berdiri sendiri dan akan tampak pengaruhnya apabila muncul bersama-sama gen dominan lain. Sifat ini pertama kali ditemukan dalam persilangan antara bunga Linaria marocanna warna merah dengan bunga warna putih. Linnaria warna merah memiliki genotip AAbb/Aabb, sedangkan Linnaria warna putih memiliki genotip aaBB/aaBb. Gen A akan mempengaruhi sel untuk mengasilkan pigmen antosianin (berwarna merah) dan bersifat dominan terhadap a yang tidak menghasilkan antosianin. Gen B akan mempengaruhi sel untuk menghasilkan suasana basa dan bersifat dominan terhadap gen b yang menghasilkan suasana asam.

     Bunga merah dihasilkan apabila pigmen antosianin dihasilkan dan sel dalam suasana asam. Bunga putih dihasilkan apabila pigmen antosianin tidak dihasilkan, tidak perduli apapun suasana dalam sel. Bunga ungu dihasilkan apabila pigmen antosianin dihasilkan dan sel dalam suasana basa.

    Jadi apabila terdapat gen dominan A namun disertai dengan gen resesif b akan menghasilkan bunga merah. Apabila gen resesif a bertemu dengan dominan B atau resesif b akan menghasilkan bunga putih. Dan apabila gen dominan A bertemu dengan gen dominan B akan menghasilkan bunga warna ungu.
Perhatikan bagan di bawah ini!

(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuRlLxZqV3ONYR0YYyPd5Y1MMi2b9lj9DaVR9NS3YgSUQa4_T2cGurYmc51VWPHNshFLOuP9Mqt8gWDOtPxdg57UVSr2WRc3qZGkRQD_ZAvjTMb65zZ05PiNEBxuuuXCJJzph4cf_AB9M/s1600/kriptomeri.PNG)

     Bunga warna ungu dihasilkan oleh pengaruh gen A dan B yang muncul bersama-sama. Apabila hanya salah satu gen dominan saja yang muncul maka tidak akan menghasilkan warna ungu pada bunga Linnaria. Perbandingan fenotip F2 pada persilangan bunga merah AAbb dan bunga putih aaBB ini adalah = bunga ungu : bunga merah : bunga putih = 9 : 4 : 3.


Polimeri

     Polimeri merupakan peristiwa dimana beberapa gen yang berdiri sendiri mempengaruhi bagian yang sama dalam tubuh organisme. Kasus ini pertama kali diamati pada biji gandum yang memiliki warna merah yang beragam. Gandum berbiji merah sempurna memiliki genotip M1M1M2M2 Gandum berbiji putih memiiki genotip m1m1m2m2 M1 dominan terhadap m1, dan M2 dominan terhadap m2. Gen M mempengaruhi warna merah pada biji gandum. Semakin banyak gen M dalam genotip (baik itu M1 atau M2), akan membuat biji gandum berwarna semakin merah.
Perhatikanlah bagan persilangan di bawah ini!

(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlUWO4i8aezN1Pn1c2QeQy7iy5WDd-CvsM8EYA79mu7CYQLS7nR30bd8GFsRYnrmMkY3G_oOmyevK0fyqSxfbFITHBVSHhvoqx7xawRMiD6ng5aANQ_L7b45Gw9PQx89chOIMTw9cljtj6/s1600/persilangan3.jpg)

     Perbandingan fenotip F2 dari persilangan gandum berbiji merah M1M1M2M2 dan gandum berbiji putih m1m1m2m2 akan menghasilkan = ganum berbiji merah : gandum berbiji putih = 15 : 1.Peristiwa polimeri pada manusia terjadi pada pebedaan warna kulit yang di pengaruhi oleh gen dominan P. Semakin banyak gen dominan P pada genotip individu, akan menyebabkan warna kulitnya semakin gelap. Orang negro memiliki gen dominan P paling banyak, sedangkan orang-orang kulit putih tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit gen P.


Epistasis dan Hipostasis

     Epistasis adalah gen yang menutupi aktivitas gen lain yang bukan sealel. Sedangkan gen yang tertutupi tersebut dinamakan hipostasis. Epistasis dapat dibedakan menjadi epistasis dominan, epistasis resesif, dan epistasis dominan resesif.

Epistasis dominan
     Epistasis dominan adalah gen dominan yang menutupi pengaruh gen lain yang bukan satu alel. Misalnya terdapat pada warna umbi lapis bawah merah. Gen A akan membuat umbi bawang berwarna merah, sedangkan gen B akan membuat umbi bawang berwarna kuning.
  • Genotip AAbb menjadikan umbi berwarna merah.
  • Genotip aaBB menjadikan umbi berwarna kuning.
  • Sedangkan genotip AABB akan menyebabkan umbi berwarna merah, hal ini diakibatkan gen A yang menutupi pengaruh gen B sehingga yang muncul adalah warna merah. 

     Gen A epistasis terhadap gen B, sedangkan gen B hipostasis terhadap gen A. Persilangan bawang berumbi merah AAbb dengan bawang berumbi kuning aaBB menghasilkan perbandingan fenotip F2 = merah : kuning : putih = 12 : 3 : 1.

Epistasis resesif
     Epistasis resesif adalah gen resesif yang menutupi pengaruh gen dominan dan resesif lain yang bukan sealel. Gen resesif ini dapat menutupi pengaruh gen lain apabila hadir dalam keadaan homozigot.

    Contoh peristiwa ini adalah warna bulu anjing yang dipengaruhi oleh 2 macam gen. Gen B menyebabkan munculnya warna hitam, sedangkan gen b menyebabkan munculnya warna coklat. Sedangkan gen E akan memicu keluarnya warna, dan gen e akan menghambat keluarnya warna. Apabila terdapat genotip dengan gen e homozigot (ee) maka warna hitam dan coklat tidak akan muncul karena semua sifat tersebut tertutup, sehingga yang muncul adalah warna emas. Gen ee epistasis terhadap gen B dan b. Persilangan anjing berbulu emas dengan anjing berbulu hitam akan menghasilkan perbandingan fenotip F2 = hitam : emas : coklat = 9 : 4 : 3.

Epistasis dominan resesif
      Epistasis dominan-resesif merupakan peristiwa gen dominan yang akan menutupi pengaruh gen lain, serta adanya gen resesif homozigot yang dapat menutupi pengaruh gen dominan tadi. Misalnya adalah pada warna mata lalat buah.

    Gen P akan menyebabkan lalat bermata merah, sedangkan gen p akan menyebabkan mata berwarna ungu. Sedangkan gen S merupakan gen yang pemicu munculnya warna tersebut, sedangkan gen s merupakan gen penghambat munculnya warna mata. Adanya gen P akan menutupi pengaruh dari gen S dan s. Namun sebaliknya adanya gen s dalam keadaan homozigot (ss) akan menutupi pengaruh dari gen P dan p. Gen P epistasis terhadap gen S dan s, namun pasangan gen ss epistasis terhadap P dan p.

      Perbandingan fenotip F2 pada persilangan lalat bermata merah (PPss) dengan lalat bermata ungu (ppSS) adalah = warna merah : warna ungu = 13 : 3.

Gen-gen komplementer
     Gen komplementer merupakan gen-gen yang saling melengkapi dalam memunculkan suatu sifat tertentu. Misalnya saja gen B dan gen T yang menyebabkan seseorang tidak bersifat bisu tuli (normal). Apabila gen dominan B muncul sendiri tidak disertai gen T maka akan memunculkan sifat bisu tuli. Demikian juga sebaliknya, apabila gen dominan T muncul sendiri tidak disertai gen B maka akan memunculkan bisu tuli.
Perhatikanlah bagan persilangan di bawah ini!

(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiifd6aGFDiRmFZV9bJpVf-66qbyN9O8r8VjuAB3ntj3XFC-DeojFphMUc189v-nxQ2hGkFnZ4TTFZMPl8ogouslbCH1ffdDxGah2Brx8TGeJQuJP4GWjMLOjeBYEoWiMMpk28CK7bgmWCd/s1600/persilangan7.jpg)

     Persilangan dua orang bisu tuli dengan genotip BBtt dan bbTT akan menghasilkan anak yang normal. Apabila anak tersebut kawin dengan sesamanya maka perbandingan fenotip pada F2 adalah = normal : bisu tuli = 9 : 7.


Atavisme

     Atavisme merupakan suatu sifat yang muncul kembali setelah hilang dalam keturunan sebelumnya. Kasus atavisme terjadi pada jengger ayam pada pembahasan interaksi gen di atas. Ayam dengan jengger rose dan pea yang disilangkan akan menghasilkan keturunan walnut, ketika keturunan tersebut dikawinkan sesamanya maka akan memunculkan kembali sifat rose dan pea. Sifat rose dan pea yang sempat hilang pada F1 akhirnya muncul kembali di F2, hal inilah yang disebut dengan atavisme.


Gen dominan ganda

     Gen dominan ganda adalah beberapa gen yang mempengaruhi sifat yang sama pada suatu organisme. Misalnya adalah gen A dan B yang sama-sama mempengaruhi tumbuhan Bursa sp. untuk menghasilkan bunga dengan bentuk segitiga. Apabila gen A muncul sendiri akan terbentuk bunga segitiga, demikian juga apabila gen B muncul sendirian. Dan apabila gen A dan B muncul bersama, juga akan mempengaruhi tumbuhan tersebut menghasilkan bunga berbentuk segitiga. Persilangan bunga segitiga (AABB) dan bunga oval (aabb) akan menghasilkan perbandingan fenotip F2 = bunga segitiga : bunga oval = 15 : 1.


Sumber Referensi:
https://www.edubio.info/2015/11/penyimpangan-semu-hukum-mendel.html?m=1


Soal Evaluasi

1. Penyimpangan perbandingan fenotip F1 pada persilangan dengan dua sifat beda, misalnya dari 9 : 3 : 3 : 1 menjadi 9 : 3 : 4 disebut…
        A. Pindah silang
        B. Hipostasis      
        C. Epistasis       
        D. Polimeri        
        E. Kriptomeri

2. Ayam berpial walnut disilangkan dengan ayam berpial pea. Dari persilangan tersebut diperoleh ayam berpial rose dan single. Berdasarkan uraian tersebut, genotype induknya adalah…
       A. RRPP >< rrPp
       B. RRPp >< rrPp
       C. RrPP >< rrPp
       D. RrPp  >< rrPP
       E. RrPp >< rrPp

3. Nama jenis penyimpangan semu Hukum Mendel yang saling berinteraksi dan melengkapi untuk menghasilkan fenotip tertentu adalah …..
        A. Kriptomeri
        B. Atavisme
        C. Gen komplemetner
        D. Epistasis
        E. Polimeri

4. Gen C dan P yang saling berinteraksi dan melengkapi menyebabkan seseorang berfenotip normal (tidak bisu-tuli). Sebaliknya, jika salah satu gen tidak ada, menyebabkan seseorang berfenotip bisu-tuli. Persilangan antara laki-laki bisu-tuli (Ccpp) dan wanita bisu-tuli (ccPP) akan menghasilkan keturunan bisu-tuli sebanyak…
        A. 0%
        B. 25%             
        C. 50%             
        D. 75%             
        E. 100%

5. Disilangkan tanaman mangga bulat manis (BBMM) dengan buah lonjong manis (bbMm). Hasil persilangannya adalah…
      A. 100% bulat manis
      B. 50% bulat manis : 50% lonjong pahit
      C. 75% bulat manis : 25% lonjong manis
      D. 100% lonjong manis
      E. 50% bulat manis : 50% lonjong manis
10.09

Hukum II Mendel - #GENETIKA3

by , in
Hukum II Mendel

     Pada postingan sebelumnya, telah dijelaskan mengenai Hukum I Mendel. Sekarang, kita akan membahas mengenai Hukum II Mendel. Seperti halnya Hukum I Mendel, Hukum II Mendel juga berkaitan dengan Persilangan, yaitu Persilangan Dihibrid. Jadi, jangan pusing-pusing ya hehehe

       Hukum II Mendel juga dikenal dengan sebutan Hukum Pengelompokkan Secara Bebas (The Law of Independent Assortment of Genes). Bunyi hukum ini adalah “Setiap pasangan alel bersegregasi secara bebas terhadap  pasangan alel-alel lain  selama pembentukan gamet”. Maksudnya adalah anggota dari pasangan gen memisah secara bebas (tidak saling mempengaruhi) ketika berlangsungnya meiosis selama pembentukan gamet-gamet, kemudian anggota-anggota pasangan gen tersebut berkelompok secara bebas. Hukum II Mendel ini dibuktikan melalui Persilangan Dihibrid. Agar lebih mengerti, mari kita lanjut langsung ke Persilangan Dihibrid.

Persilangan Dihibrid

Eitssss…… Tunggu dulu ya! Sebelum lanjut ke Persilangan Dihibrid, ada beberapa istilah yang harus kita ketahui nih.

1. P (Parents) : Induk/Orangtua.
2. G (Gamet) : Sel Kelamin.
3. F (Filial) : Keturunan. Jadi, kalo ada kata F1 berarti Keturunan Pertama, F2 berarti Keturunan Kedua, dan sebagainya.
4. Dominan : Sifat yang menutupi sifat lain. Misal, sifat bulat dominan terhadap kisut.
5. Resesif : Sifat yang tertutupi dengan sifat lain dan akan muncul ketika bertemu dengan resesif lainnya. Misal sifat kisut yang resesif dengan sifat bulat.

     Persilangan dihibrid, merupakan persilangan yang melibatkan dua sifat beda dua individu yang beda juga. Misal buah bulat kuning disilangkan dengan buah keriput hijau. Ingat ya, persilangan itu maksudnya sama dengan perkawinan. Contohnya seperti di bawah ini ya…

(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3kK7WpGnU5nvWjjT6NjBjKflSnP38oGSNhgO04lavCnUsDQaSS9O8lki7hdB_AWTxA_ibbqOE-6EcTtzmIWWMEmdaVvg_xoaJrwb96bU3M0Pu481NZwabppxxMLCIOuhTh1mOy7YlM0g/s1600/dihibrid.jpg)

Biasanya materi paling pusing itu ya tentang persilangan ini, iya bukan? Tapi sebenernya ini materi paling asyik loh hehehe. Syaratnya adalah menikmati setiap proses kita belajar:) Selamat belajar!


Sumber Referensi:
Campbell, Neil A., dkk. 2010. Biologi Edisi Kedelapan Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Karmana, Oman. 2014. Biologi untuk Kelas XII. Bandung: Grafindo.
Suryo. 2011. Genetika Manusia. Yogyakarta: UGM Press.


Soal Evaluasi

1. Disebut apakah hukum II Mendel?
        A. Hukum Segregasi Bebas
        B. Hukum Pengelompokkan Bebas
        C. Hukum Mendelian
        D. Hukum Gravitasi
        E. Hukum Dominan Resesif

2. Dalam hukum II Mendel, yang bersegresi secara bebas adalah…
        A. Pasangan gen
        B. Kiasma
        C. Kodominan
        D. Gen letal
        E. Gen resesif

3. F4 berarti…
        A. Keturunan keempat
        B. Keturunan anak keempat
        C. Keturunan saudara keempat
        D. Keturunan ketiga
        E. Keturunan keempat belas

4. Buah mangga bulat manis dominan terhadap buah mangga lonjong asam, maka simbol yang tepat adalah…
        A. Bulat manis: bbmm, Lonjong asam: llaa
        B. Bulat manis: BBMM, Lonjong asam: LLAA
        C. Bulat manis: BbMm, Lonjong asam: LlAa
        D. Bulat manis: BBMM, Lonjong asam: bbmm
        E. Bulat manis: BBMM, Lonjong asam: BbMm

5. Mangga bulat manis disilangkan dengan mangga lonjong asam. Bulat manis dominan terhadap lonjong asam. Lakukan persilangan sampai F2!
09.47

Hukum I Mendel - #GENETIKA2

by , in
Hukum I Mendel


     Dari percobaan persilangan yang dilakukan oleh mendel melalui tanaman kacang kapri, maka dihasilkan dua hukum yaitu Pemisahan Acak (Segregasi) dan berpasangan secara bebas (Independent Assortment). Hukum I Mendel dikenal juga dengan Hukum Segregasi yang menyatakan bahwa “pada pembentukan gamet kedua gen yang merupakan pasangan akan dipisahkan dalam dua sel anak”. Hukum ini berlaku untuk persilangan monohibrid (persilangan dengan satu sifat beda). Secara garis besar, hukum ini mencakup tiga pokok:

1. Gen memiliki bentuk-bentuk alternatif yang mengatur variasi pada karakter turunannya. Ini adalah konsep mengenai dua macam alel, yaitu alel resisif (tidak selalu nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf kecil, misalnya w dalam suatu gambar), dan alel dominan (nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf besar, misalnya R).

2. Setiap individu membawa sepasang gen, satu dari tertua jantan (misalnya ww dalam sebuah gambar) dan satu dari tertua betina (misalnya RR).

3. Jika sepasang gen ini merupakan dua alel yang berbeda,maka alel dominan akan selalu terekspresikan (nampak secara visual dari luar). Sedangkan alel resesif yang tidak selalu terekspresikan, tetap akan diwariskan oleh gamet yang dibentuk pada turunannya.


Percobaan Monohibrid dan Hukum I Mendel

Contoh Persilangan Monohibrid:

   Pada percobaan monohibrid untuk tujuh sifat yang diamati pada tanaman kapri, Mendel memperoleh hasil seperti yang disajikan pada Tabel dibawah. Pada seluruh tanaman F1, hanya ciri sifat dari salah satu tetuanya yang muncul, sedangkan ciri sifat dari tetua yang lain tidak muncul. Sifat yang muncul pada F1, misalnya biji bundar disebut sifat dominan. Sedangkan, sifat yang tidak muncul, misalnya biji keriput disebut sifat resesif.

     Pada generasi F2, ciri-ciri yang dipunyai kedua tetua muncul kembali, misalnya biji bundar dan biji keriput. Dari percobaan Mendel untuk seluruh sifat yang diamati pada F2, terdapat perbandingan yang mendekati 3 : 1, antara ciri dominan dan resesif.

(https://www.cpuik.id/pengertian-hereditas-dan-hukum-mendel-percobaan-monohibrid-dan-dihibrid.html)

     Dari percobaan tersebut, Mendel menyimpulkan bahwa pada saat pembentukan gamet, terjadi pemisahan bebas pasangan gen-gen yang dikandung oleh induk (parental) sehingga setiap gamet memperoleh satu gen dari alelnya. Misalnya, induk Bb (F1) menghasilkan gamet B dan b. Hal ini dikenal sebagai Hukum Segregasi atau Hukum Mendel I. Kemudian, terjadi perkawinan antara induk jantan dan betina. Hal ini menyebabkan gamet B dan b bergabung secara acak. Sehingga, dihasilkan F2 dengan perbandingan fenotif 3 : 1. 

     Berkat penemuan mengenai teori pada Hukum Mendel, maka Mendel diakui sebagai Bapak Genetika. Mendel menggunakan kacang ercis sebagai bahan percobaannya karena tanaman ini memiliki beberapa pasang sifat yang sangat mencolok perbedaannya, misalnya warna bunganya mudah sekali untuk dibedakan antara yang ungu dan yang putih, memiliki daur hidup yang relatif pendek, mudah pemeliharaannya dan mudah tumbuh. Kacang ercis memiliki bunga sempurna, yaitu bunga yang mempunyai alat kelamin jantan dan betina sehingga merupakan tanaman yang dapat menyerbuk sendiri, atau dengan bantuan manusia dan dapat juga menyerbuk silang. Selain itu kacang ercis yang digunakannya merupakan tanaman diploid (mempunyai dua perangkat kromosom) karena bila ia menggunakan organisme poliploid, maka ia tidak akan memperoleh hasil persilangan yang sederhana yang mudah untuk dianalisis. Pada awalnya, Mendel memilih tanaman galur murni/true-breeding, yaitu tanaman yang kalau menyerbuk sendiri/self-pollination, dimana akan menghasilkan tanaman yang serupa dengannya sehingga tanaman tinggi akan tetap menghasilkan tanaman tinggi dan tanaman pendek akan selalu menghasilkan tanaman pendek.


Sumber Referensi:

Arumingtyas, Laras Estri. 2016. Genetika Mendel : Prinsip Dasar Pemahaman Ilmu Genetika. Malang: UB Press.
https://pengertiandefinisi.com/pengertian-genetika-dan-sejarah-perkembangannya/
http://kumpulanilmukesahatan.blogspot.com/2015/05/pengertian-hukum-mendel-i.htmlan-sejarah-perkembangannya/
https://biologyeducationforcampus.wordpress.com/2016/06/14/prinsip-hukum-mendel-1-2/
https://www.cpuik.id/pengertian-hereditas-dan-hukum-mendel-percobaan-monohibrid-dan-dihibrid.html


Soal Evaluasi
1. Jelaskan pengertian dari Hukum I Mendel!
2. Sebutkan 3 pokok mencangkup Hukum I Mendel!
3. Apakah pengertian dari hukum segregasi?
4. Siapakah penemu dari hukum mendel?
5. Bagaimana contoh persilangan monohibrid? Jelaskan!

20.17

Tentang Genetika - #GENETIKA1

by , in
(www.pixabay.com)


Genetika? Ga asing kan ya sama istilah 'genetika'? Tapi, tau ga tentang sejarahnya? Yuk baca...

Setiap orang dilahirkan dengan gen yang berbeda-beda. Tidak ada satu manusia pun yang terlahir dengan gen yang sama persis dengan gen yang dimiliki oleh manusia lainnya. Meskipun setiap manusia memiliki gen yang berbeda-beda, akan tetapi pada dasarnya gen seorang manusia diwariskan dari gen yang dimiliki oleh orang tuanya. Setiap anak yang dilahirkan biasanya memiliki gen yang mirip dengan gen yang dimiliki oleh orang tuanya. Sifat turun temurun gen dari orang tua kepada keturunan yang dilahirkannya dipelajari dalam suatu disiplin cabang ilmu Biologi yaitu ilmu genetika. Dalam ilmu genetika, kita dapat mempelajari asal muasal timbulnya gen yang dimiliki oleh makhluk hidup.

Pada umumnya,manusia menetapkan bahwa ilmu genetika mulai dipelajari sejak laporan penelitian Gregor Mendel ditemukan kembali pada awal tahun 1900. Sebenarnya sudah sejak dahulu manusia menyadari akan terjadinya pewarisan sifat dari yang tertua kepada keturunannya sejak keberadaan manusia. Manusia juga sudah mengenal efek persilangan  dan perkawinan sekerabat sejak sebelum ilmu genetika berdiri sendiri. Genetika merupakan ilmu yang mempelajari tentang gen dan berbagai macam aspek yang terkait dengannya.



Sumber Referensi:
Arumingtyas, Laras Estri. 2016. Genetika Mendel : Prinsip Dasar Pemahaman Ilmu Genetika. Malang: UB Press